Hidup itu
bukan tentang mengumpulkan nilai
bukan tentang siapa yang menyukaimu
bukan tentang apa olahraga favoritmu
bukan tentang model rambutmu
bukan tentang apa merk baju dan sepatu mu
bukan tentang berapa banyak uang yang kau simpan
bukan tentang seberapa cantik atau tampan
bukan tentang jumlah piala yang kau kumpulkan
bukan tentang gelar atau jabatan yang kau sandang
tetapi hidup itu tentang
bagaimana caramu menghormati waktu
bagaimana caramu berbagi atas apa yang kau miliki
bagaimana caramu meredam cemburu dan ingin menang sendiri
bagaimana caramu mengharai perbedaan
bagaimana caramu berkorban demi sebuah ketulusan
bagaimana caramu menyelesaikan permasalahan
bagaimana caramu menjalani hidup tanpa mengeluh dan saling menyalahkan
bagaimana cara menjadikan dirimu sebagai pribadi yang baik dan dicintai orang
dan yang terpenting adalah
bagaimana caramu berterimakasih pada Tuhan
IF WE NEVER THANK TO GOD AFTER EVERY SMILE, THEN WHY DO WE BLAME HIM FOR EVERY TEAR ?
12-05-2011
_dyas aja_
Friday, May 13, 2011
Saturday, May 7, 2011
Dy si mooDy - 43
Masih ingatkah kalian dengan curhat kebimbanganku beberapa saat lalu ? Ketika aku harus memilih antara mengikuti Test Penerimaan Mahasiswa Baru atau menghadiri Wisuda ? Kini aku tau apa jawabannya. Puji syukur pada Allah SWT, atas bimbingan dan petunjukNya.
Kemarin, bapak, ibu dan aku berkumpul di teras belakang rumah untuk membicarakan topik ; Laksanakan Petuah, Masa Depan Cerah. Sebuah topik yang teramat sering disampaikan bapak dan ibuku sebagai pembicara kepadaku, untungnya telingaku tak pernah bosan mendengarnya.
Disela pembicaraan, aku angkat bicara tentang keputusan yang kuambil -mengenai pilihan itu- dan berharap mereka akan memberikan tanggapan baik.
"apa kamu benar-benar yakin akan melewatkan wisuda demi test ?" tanya ibu.
"jangan buat aku ragu lagi, Bu." jawabku setelah sebelumnya sempat terdiam sesaat.
"Salah satu KUNCI ORANG SUKSES adalah BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN dan SIAP MENANGGUNG SEGALA RESIKO yang menyertainya. Tapi sebelumnya, pertimbangkan dengan baik dan matang supaya kamu yakin dengan pilihanmu. Seringkali kegagalan justru merupakan akibat dari keraguan, karena orang tersebut tidak memiliki konsekuensi dengan apa yang harus dia jalani. Ibu tidak mau melihatmu seperti itu. Ketika kamu sudah menetapkan pilihan, jalani dan perjuangkan. Apapun hasilnya, serahkan saja pada Allah. Yang jelas, Ibu selalu mendukungmu." kata ibu sambil tersenyum. Untuk kesekian kalinya, aku mati kutu dimakan nasehat ibu.
Daripada bimbang berkepanjangan, mestinya aku bersyukur memiliki orangtua yang memberikan kebebasan dan mengajariku bagaimana caranya menjadi dewasa. Bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah awal -rencana yang kau buat- atau akhir -keputusan yang kau ambil-, tapi bagaimana kita menjadikan waktu antara awal dan akhir itu menjadi sebuah perjalanan indah yang bisa dicapai dengan usaha keras dan sentuhan tangan Tuhan Yang Maha Pengasih. Ini hidupku, dan aku sudah siap menjalani keputusanku. Sepenuhnya.
Beberapa saat kemudian, HP ku tiba-tiba bergetar. One message received. Kutekan view button. Setelah membaca pesan singkat dari sahabatku itu, hatiku ikut bergetar. Rasa syukur memenuhi setiap sel dalam tubuhku. Sedikit sulit dipercaya, tapi aku percaya dengan kebesaran Tuhan. Tahukah kau apa isi pesan singkat itu ??
"Tes STIS d undur : Minggu, 5 Juni 2011"
Belum sampai 5 menit aku mengikhlaskan pilihan hatiku dan berpasrah pada Allah, Dia telah menunjukkan KekuasaanNya. Tidak ada yang harus kurelakan, karena pada akhirnya, aku -insya allah- diberikan kesempatan untuk mengikuti keduanya. Taukah kau ? Kurasa setiap ujian yang diberikanNya pada kita, hanya untuk mengukur seberapa luas keikhlasan yang mampu kita lapangkan dan seberapa besar pengorbanan yang rela kita pertaruhkan. Yang kau butuhkan adalah kekuatan keyakinan, bahwa Allah selalu mengilhami kebaikan dan kemuliaan bagi setiap makhluk yang percaya akan keberedaanNya. Subhanallaah !
07-05-2011
_dyas aja_
Kemarin, bapak, ibu dan aku berkumpul di teras belakang rumah untuk membicarakan topik ; Laksanakan Petuah, Masa Depan Cerah. Sebuah topik yang teramat sering disampaikan bapak dan ibuku sebagai pembicara kepadaku, untungnya telingaku tak pernah bosan mendengarnya.
Disela pembicaraan, aku angkat bicara tentang keputusan yang kuambil -mengenai pilihan itu- dan berharap mereka akan memberikan tanggapan baik.
"apa kamu benar-benar yakin akan melewatkan wisuda demi test ?" tanya ibu.
"jangan buat aku ragu lagi, Bu." jawabku setelah sebelumnya sempat terdiam sesaat.
"Salah satu KUNCI ORANG SUKSES adalah BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN dan SIAP MENANGGUNG SEGALA RESIKO yang menyertainya. Tapi sebelumnya, pertimbangkan dengan baik dan matang supaya kamu yakin dengan pilihanmu. Seringkali kegagalan justru merupakan akibat dari keraguan, karena orang tersebut tidak memiliki konsekuensi dengan apa yang harus dia jalani. Ibu tidak mau melihatmu seperti itu. Ketika kamu sudah menetapkan pilihan, jalani dan perjuangkan. Apapun hasilnya, serahkan saja pada Allah. Yang jelas, Ibu selalu mendukungmu." kata ibu sambil tersenyum. Untuk kesekian kalinya, aku mati kutu dimakan nasehat ibu.
Daripada bimbang berkepanjangan, mestinya aku bersyukur memiliki orangtua yang memberikan kebebasan dan mengajariku bagaimana caranya menjadi dewasa. Bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah awal -rencana yang kau buat- atau akhir -keputusan yang kau ambil-, tapi bagaimana kita menjadikan waktu antara awal dan akhir itu menjadi sebuah perjalanan indah yang bisa dicapai dengan usaha keras dan sentuhan tangan Tuhan Yang Maha Pengasih. Ini hidupku, dan aku sudah siap menjalani keputusanku. Sepenuhnya.
Beberapa saat kemudian, HP ku tiba-tiba bergetar. One message received. Kutekan view button. Setelah membaca pesan singkat dari sahabatku itu, hatiku ikut bergetar. Rasa syukur memenuhi setiap sel dalam tubuhku. Sedikit sulit dipercaya, tapi aku percaya dengan kebesaran Tuhan. Tahukah kau apa isi pesan singkat itu ??
"Tes STIS d undur : Minggu, 5 Juni 2011"
Belum sampai 5 menit aku mengikhlaskan pilihan hatiku dan berpasrah pada Allah, Dia telah menunjukkan KekuasaanNya. Tidak ada yang harus kurelakan, karena pada akhirnya, aku -insya allah- diberikan kesempatan untuk mengikuti keduanya. Taukah kau ? Kurasa setiap ujian yang diberikanNya pada kita, hanya untuk mengukur seberapa luas keikhlasan yang mampu kita lapangkan dan seberapa besar pengorbanan yang rela kita pertaruhkan. Yang kau butuhkan adalah kekuatan keyakinan, bahwa Allah selalu mengilhami kebaikan dan kemuliaan bagi setiap makhluk yang percaya akan keberedaanNya. Subhanallaah !
07-05-2011
_dyas aja_
Tuesday, May 3, 2011
Dy si mooDy - 42
Kalau kau menjadi bulan
aku tidak ingin menjadi matahari
yang menjadikanmu tiada saat pagi tiba
yang membuatmu tak terlihat saat gerhana
tapi aku ingin menjadi bintang
yang dapat berpijar tanpa angkuh
yang dapat menemani kesendirianmu
kalau kau menjadi air
aku tidak ingin menjadi lumpur
yang dapat mengeruhkanmu
yang dapat menodai kejernihanmu
tapi aku ingin menjadi sungai
yang dapat mengiringi kemana kau pergi
yang dapat menjaga hingga muara
aku tidak ingin menjadi matahari
yang menjadikanmu tiada saat pagi tiba
yang membuatmu tak terlihat saat gerhana
tapi aku ingin menjadi bintang
yang dapat berpijar tanpa angkuh
yang dapat menemani kesendirianmu
kalau kau menjadi air
aku tidak ingin menjadi lumpur
yang dapat mengeruhkanmu
yang dapat menodai kejernihanmu
tapi aku ingin menjadi sungai
yang dapat mengiringi kemana kau pergi
yang dapat menjaga hingga muara
Dy si mooDy - 41
Saat hidup dihadapkan pada sebuah pilihan, apa yang kau lakukan ?
Aku langsung terperangah seusai membaca keseluruhan isi dari beberapa lembar kertas yang masih kupegang. Berkali-kali kufokuskan mata, tapi tetap saja formasi huruf pada lembaran kertas itu tak berubah. Hingga akhirnya aku menyerah, lelah juga membelalakkan mata. Kemudian kuhempaskan tubuhku ke atas kasur. Kini kuletakkan kertas-kertas itu diwajahku. Mata kupejam, berusaha mencari ketenangan diantara bimbang yang membuncah.
"mengapa harus pada saat yang sama ??!" this words cant stop resounding in my head.
Yah, informasi yang baru saja kudapat mengatakan bahwa Test Tahap 1 penerimaan mahasiswa baru sebuah Perguruan Tinggi yang aku idam-idamkan bertepatan dengan Hari Wisuda yang kunantikan. Aku bingung mana yang harus kuutamakan karena keduanya penting dan berarti untukku. Aku tidak ingin melepas kesempatan yang nantinya dapat menjamin masa depanku. Tapi sudah sejak lama aku membayangkan berjalan menaiki podium untuk menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik dengan mengenakan kebaya berwarna merah, dan semua orang terpesona melihatku. Karena itu, tak sampai hati pula jika aku harus meninggalkan acara wisuda.
Karena tak kunjung mendapat keputusan, aku berjalan ke kamar ibu untuk meminta pendapat. Hanya ini yang ibu katakan,
"Sepenuhnya keputusan ada ditanganmu. Ibu hanya bisa memberi gambaran. Kalau kamu menghadiri wisuda, ibarat diberi makanan enak tapi bikin mules. Sehari senang-senang, tapi besoknya tidak tau mau kemana. Kalau kamu memilih mengikuti test, ibarat minum jamu pahit tapi bikin sehat. Sehari berjuang, tapi bisa menjamin masa depan. Kamu sudah besar, apapun keputusanmu Ibu hargai. Kamu lebih tau mana yang terbaik buatmu." Apa yang dikatakan ibu memang benar, tapi tidak cukup membantu. Kurasa intinya dia hanya ingin mengatakan "ter-se-rah"
Kata orang, hidup adalah pengorbanan yang harus dilalui dengan perjuangan. Mendapat gaji tanpa bekerja, hadiah tanpa usaha, atau pintar tanpa belajar, sama tidak mungkinnya dengan hidup tanpa dilahirkan. Sedangkan menurutku, hidup ini seperti sistem barter. Bila ingin mendapat hal yang kau inginkan, kau pun harus siap mempertaruhkan apa yang kau cintai. Uniknya, saat orang-orang bersikukuh untuk mendapatkan semuanya, justru seringkali mereka malah tidak mendapat apa-apa.
Semesta memiliki cara unik untuk menguji sejauh mana kita mengenal diri dan kepribadian kita, yakni dengan menghadapkan kita pada sebuah pilihan yang menyangkut kehidupan, karir masa depan atau percintaan. Sehingga beruntunglah bagi siapapun yang dapat mengenali dirinya dan tahu apa yang dia butuhkan. Kini semesta memberikan gilirannya padaku -diawali dengan dua pilihan yang sederhana- yang suatu saat pasti kau dapatkan juga.
Ingatlah bahwa kakimu tidak hanya menapak pada sebuah jalan yang panjang dan lurus. Suatu saat kau pasti akan menemui persimpangan, BECAUSE LIFE IS CHOICE !!
01-05-2011
_dyas aja_
Aku langsung terperangah seusai membaca keseluruhan isi dari beberapa lembar kertas yang masih kupegang. Berkali-kali kufokuskan mata, tapi tetap saja formasi huruf pada lembaran kertas itu tak berubah. Hingga akhirnya aku menyerah, lelah juga membelalakkan mata. Kemudian kuhempaskan tubuhku ke atas kasur. Kini kuletakkan kertas-kertas itu diwajahku. Mata kupejam, berusaha mencari ketenangan diantara bimbang yang membuncah.
"mengapa harus pada saat yang sama ??!" this words cant stop resounding in my head.
Yah, informasi yang baru saja kudapat mengatakan bahwa Test Tahap 1 penerimaan mahasiswa baru sebuah Perguruan Tinggi yang aku idam-idamkan bertepatan dengan Hari Wisuda yang kunantikan. Aku bingung mana yang harus kuutamakan karena keduanya penting dan berarti untukku. Aku tidak ingin melepas kesempatan yang nantinya dapat menjamin masa depanku. Tapi sudah sejak lama aku membayangkan berjalan menaiki podium untuk menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik dengan mengenakan kebaya berwarna merah, dan semua orang terpesona melihatku. Karena itu, tak sampai hati pula jika aku harus meninggalkan acara wisuda.
Karena tak kunjung mendapat keputusan, aku berjalan ke kamar ibu untuk meminta pendapat. Hanya ini yang ibu katakan,
"Sepenuhnya keputusan ada ditanganmu. Ibu hanya bisa memberi gambaran. Kalau kamu menghadiri wisuda, ibarat diberi makanan enak tapi bikin mules. Sehari senang-senang, tapi besoknya tidak tau mau kemana. Kalau kamu memilih mengikuti test, ibarat minum jamu pahit tapi bikin sehat. Sehari berjuang, tapi bisa menjamin masa depan. Kamu sudah besar, apapun keputusanmu Ibu hargai. Kamu lebih tau mana yang terbaik buatmu." Apa yang dikatakan ibu memang benar, tapi tidak cukup membantu. Kurasa intinya dia hanya ingin mengatakan "ter-se-rah"
Kata orang, hidup adalah pengorbanan yang harus dilalui dengan perjuangan. Mendapat gaji tanpa bekerja, hadiah tanpa usaha, atau pintar tanpa belajar, sama tidak mungkinnya dengan hidup tanpa dilahirkan. Sedangkan menurutku, hidup ini seperti sistem barter. Bila ingin mendapat hal yang kau inginkan, kau pun harus siap mempertaruhkan apa yang kau cintai. Uniknya, saat orang-orang bersikukuh untuk mendapatkan semuanya, justru seringkali mereka malah tidak mendapat apa-apa.
Semesta memiliki cara unik untuk menguji sejauh mana kita mengenal diri dan kepribadian kita, yakni dengan menghadapkan kita pada sebuah pilihan yang menyangkut kehidupan, karir masa depan atau percintaan. Sehingga beruntunglah bagi siapapun yang dapat mengenali dirinya dan tahu apa yang dia butuhkan. Kini semesta memberikan gilirannya padaku -diawali dengan dua pilihan yang sederhana- yang suatu saat pasti kau dapatkan juga.
Ingatlah bahwa kakimu tidak hanya menapak pada sebuah jalan yang panjang dan lurus. Suatu saat kau pasti akan menemui persimpangan, BECAUSE LIFE IS CHOICE !!
01-05-2011
_dyas aja_
Dy si mooDy - 40
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik .. oohouoooh tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik .. yeeeahh tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik oohyeeess ..
28-04-2011
_dyas aja_
28-04-2011
_dyas aja_
Subscribe to:
Posts (Atom)